This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Desember 2018

BAHAN DISKUSI 2


Diskusikanlah dengan teman pada kelompok saudara 2 pertanyaan/pernyataan berikut ini!


  1. Sebutkan dan jelaskan beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di era digital abad 21
  2. Sebutkan dan jelaskan peran guru di era digital abad 21 sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher)/NETS-T!


Untuk membantu Anda dalam mencawab pertanyaan/pernyataan tersebut, bacalah sumber di bawah ini terlebih dahulu!



BAHAN DISKUSI 1



Dalam bagian materi sebagaimana yang telah Anda baca dan pahami, beberapa materi pokok yang meliputi diskripsi dan analisis tentang karakter utama masyarakat abad 21 dan berbagai konsekuensi perkembangannya. Sederet pertanyaan kemudian bisa diajukan terkait dengan perubahan model pembelajaran pada lembaga pendidikan, namun hanya dua pertanyaan yang dapat didiskusikan di sini:

1.    Bagaimana konsekuensinya terhadap karakteristik guru abad 21?  
2.    Bagaimana pula konsekuensinya terhadap karakteristik siswa?

Oleh karena itu, silahkan Anda merenungkan perkembangan baru abad 21 yang telah memasuki era digital, dan kemudian buatlah analisis singkat tentang implikasinya terhadap proses pembelajaran pada masing-masing lembaga sekolah Anda. Kemudian silakan membuat analisis tentang konsekuensi perkembangan pembelajaran baru abad 21 tersebut bagi profesi Anda sebagai guru menghadapi tantangan pembelajaran era digital yang berangkat dari situasi dan kondisi riil pada lembaga sekolah Anda. Tipologi atau profil guru ideal seperti apa menurut Anda guru yang sesuai dengan karakteristik guru abad 21? Akhirnya silakan adakan analisis ringkas tentang karakteristik siswa abad 21 yang berangkat dari kondisi riil yang Anda hadapi sehari pada sekolah Anda.

MERANCANG DAN MENILAI PEMBELAJARAN ABAD KE 21

Pada abad 21 terjadi perubahan strategi pengajaran yang dilakukan oleh guru dari cara yang tradisional kini mengarah pada pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. Akan tetapi proses transisi dari lingkungan kelas yang menerapkan cara tradisional ke cara digital sangat bervariasi tergantung pada cara guru dan sekolah yang bersangkutan dalam merespon dan menyikapinya. Prensky mendeskripsikan guru sebagai variabel proses hasil adopsi dan adaptasi teknologi yang bergerak, baik secara cepat atau lambat. Ada empat fase proses adopsi dan adaptasi guru dalam pemebelajaran abad 21 diantaranya: (1) berkecimpung (dabbling),(2) melakukan hal-hal lama dengan cara lama (old things in old ways), (3) melakukan hal-hal lama dengan cara-cara baru (old things in new ways) dan (4) melakukan hal-hal baru dengan cara-cara baru (doing new things in new ways) (Smaldino, S. E., dkk, 2015: 12). 
Proses ini dimulai dari tahap 1 yaitu berkecimpung dengan teknologi yaitu dengan cara menambahkan teknologi ke beberapa situasi belajar secara acak. Pada fase 2, teknologi digunakan untuk melakukan hal-hal lama dengan cara lama seperti ketika guru menampilkan catatan belajar di PowerPoint dari pada menggunakan OHP (tranparancy overhead). Fase 3 melakukan hal-hal lama dengan cara baru dimana teknologi mulai digunakan, seperti ketika guru menggunakan model 3D Virtual untuk mendemonstrasikan struktur sebuah senyawa. Contoh lain ketika siswa menggunakan aplikasi pengolah kata dan clip art daripada menggunakan kertas notebook dan menggambar langsung untuk membuat cerita pendek. Tahap Akhir (4), melakukan hal-hal baru dengan cara-cara baru yang sepenuhnya memanfaatkan kekuatan teknologi dan media. Hal ini mengharuskan siswa berorientasi ke masa depan guna mengembangkan keterampilan mereka dalam pemrograman, penyaringan pengetahuan, menggunakan konektivitas dengan teknologi canggih, dan penyediaan miniature yang dapat dikustomisasi satu per satu.


Selengkapnya dapat diunduh DI SINI

SUMBER-SUMBER LAIN


EBOOK


JURNAL


ARTIKEL YANG RELEVAN

SAP


RENCANA PEMBELAJARAN

UJIAN MID SEMESTER


UJIAN MID SEMESTER

UJIAN AKHIR


ESSAY TEST

KUIS








Kuis  4


Kuis 5

BAHAN DISKUSI








Kegiatan pembelajaran 3



Kegiatan Pembelajaran 4



Kegiatan Pembelajaran 5

BAHAN PEMBELAJARAN

PERAN DAN MANFAAT MEDIA DAN TEKNOLOGI PADA PEMBELAJARAN ABAD KE 21


Sejak era pencerahan pada dekade 1560-an peradaban manusia mengalami perkembangan pesat berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai inovasi teknologi terus terjadi secara susul-menyusul berkat manusia mulai memproklamirkan diri sebagai pusat peradaban dengan mengandalkan akal budi. Rahasia alam pun terus berusaha diungkap dengan kekuatan pikiran manusia melalui ilmu pengetahuan atau sain, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi yang keempatnya kemudian dikenal sebagai ilmu murni. Melalui penguasaan sain itulah kemudian manusia secara spektakuler mampu menemukan berbagai formula yang menjadi dasar pengembangan teknologi.
            Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, dan Leonardo da Vinci adalah tokoh-tokoh perintis era pencerahan yang menjadi tonggak sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun mendapat tantangan hebat oleh institusi agama, akan tetapi para perintis itu terus berupaya mengembangkan logika sain dalam mengungkap rahasia alam, dengan tidak lagi mendasarkan diri pada cara berpikir teologis dan metafisika. Meskipun terus mendapat ancaman oleh golongan konservatif agamawan, akan tetapi para perintis tersebut mampu mengungkap rahasia alam dengan logika sain. Bahkan ada yang kemudian mempertaruhkan nyawa demi tegaknya kebenaran berdasarkan ilmu pengetahuan, yaitu Galileo yang merelakan kematiannya kepada institusi agama karena demi mempertahankan  teorinya bahwa bumi adalah berputar.
            Tidak kalah heroik dalam sejarah perjuangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan ilmu pendidikan dan pembelajaran, adalah Johannes Gutenberg, sang penemu mesin cetak. Berkat penemuan monumental itu, ilmu pengetahuan dapat disebarkan secara meluas karena bisa didokumentasikan dalam bentuk buku dalam jumlah berlipat-ganda. Orang tidak lagi menggunakan tulisan tangan yang memerlukan waktu panjang untuk menggandakan tiga atau empat eksemplar buku, tetapi cukup dengan mesin cetak bisa menggandakan buku sebanyak-banyaknya dalam waktu yang relatif singkat untuk ukurang jaman itu.
            Lebih dari itu, sejak penemuan mesin cetak itu terjadilah revolusi belajar. Jika sebelumnya proses pembelajaran lebih mengandalkan cerita-cerita tutur dengan tulisan manual, tetapi kemudian belajar bisa melalui buku yang melibatkan orang dalam jumlah besar. Orang pun kemudian bisa belajar secara mandiri melalui buku cetakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Dari sinilah kemudian peran guru juga mulai terbantu oleh buku cetakan sebagai hasil dari teknologi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan itu sendiri.
            Berkat penemuan mesin cetak itulah kemudian media juga mengalami perkembangan secara cukup signifikan. Bukan hanya media pembelajaran buku, gambar cetakan, dan selebaran yang berkembang berkat penemuan mesin cetak, tetapi juga media massa. Dalam waktu tidak terlalu lama sejak penemuan mesin cetak itu, kemudian muncul surat kabar dan buletin yang bersifat barang cetakan. Kemampuan mesin cetak dalam melipatgandakan surat kabar dan buletin dalam waktu singkat, menjadikan media massa ini berkembang pesat dan menjadi bagian dari pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media massa pun kemudian juga berperan penting dalam membelajarkan masyarakat. Guru pun terbantu oleh media sebagai sumber belajar, bukan saja untuk menjalankan tugasnya dalam mengajar siswa, tetapi sekaligus juga untuk pengembangan dirinya secara profesional.

Selengkapnya dapat Diunduh DI SINI

KARAKTERISTIK GURU DAN SISWA ABAD K2- 21

1.      Pembelajaran Abad 21
Dalam pandangan paradigma positivistik masyarakat berkembang secara linier seiring dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri yang ditopang oleh perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara berturut-turut masyarakat berkembang dari masyarakat primitif, masyarakat agraris, masyarakat industri, dan kemudian pada perkembangan lanjut menjadi masyarakat informasi. Situasi abad 21 sering kali diidentikan dengan masyarakat informasi tersebut, yang ditandai oleh munculnya fenomena masyarakat digital. Meneruskan perkembangan masyarakat industri generasi  pertama, sekarang ini, abad 21 dan masa mendatang, muncul apa yang disebut sebagai revolusi industri 4.0.
Istilah industri 4.0 pertama kali diperkenalkan pada Hannover Fair 2011 yang ditandai revolusi digital. Revolusi industry gelombang keempat, yang juga disebut industry 4.0, kini telah tiba. Industry 4.0 adalah tren terbaru teknologi yang sedemikian rupa canggihnya, yang berpengaruh besar terhadap proses produksi pada sektor manufaktur. Teknologi canggih tersebut termasuk kecerdasan buata (artificial intelligent), perdagangan elektronik, data raksasa, teknologi finansial, ekonomi berbagi, hingga penggunaan robot. Bob Gordon dari Universitas Northwestern, seperti dikutip Paul Krugman (2013), mencatat, sebelumnya telah terjadi tiga revolusi industry. Pertama, ditemukannya mesin uap dan kereta api (1750-1830). Kedua, penemuan listrik, alat komunikasi, kimia, dan minyak (1870-1900). Ketiga, penemuan komputer, internet, dan telepon genggam (1960-sampai sekarang). Versi lain menyatakan, revolusi ketiga dimulai pada 1969 melalui kemunculan teknologi informasi dan komunikasi, serta mesin otomasi (dikutip dari A. Tony Prasentiantono, Kompas 10 April 2018, hal. 1).
Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat global, juga berkembang sebagaimana alur linieristik tersebut, setidaknya dari sudut pandang pemerintah sejak era Orde Baru. Akan tetapi pada kenyataannya kondisi masyarakat Indonesia tidak sama dengan perkembangan pada masyarakat Barat yang pernah mengalami era pencerahan dan masyarakat industri. Perkembangan masyarakat Indonesia faktanya tidak secara linier, tetapi lebih berlangsung secara pararel. Artinya, ada masyarakat yang hingga fase perkembangannya sekarang masih menunjukkan masyarakat primitif, ada yang masih agraris, ada yang sudah menunjukkan karakter sebagai masyarakat industrial, dan bahkan ada yang memang sudah masuk dalam era digital. Semuanya kategori karakter masyarakat tersebut faktanya berkembang tidak secara linier, tetapi berlangsung secara pararel. 

Selengkapnya dapat diunduh DI SINI