Sejak era
pencerahan pada dekade 1560-an peradaban manusia mengalami perkembangan pesat
berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai inovasi teknologi
terus terjadi secara susul-menyusul berkat manusia mulai memproklamirkan diri
sebagai pusat peradaban dengan mengandalkan akal budi. Rahasia alam pun terus
berusaha diungkap dengan kekuatan pikiran manusia melalui ilmu pengetahuan atau
sain, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi yang keempatnya kemudian
dikenal sebagai ilmu murni. Melalui penguasaan sain itulah kemudian manusia
secara spektakuler mampu menemukan berbagai formula yang menjadi dasar
pengembangan teknologi.
Nicolaus Copernicus, Galileo
Galilei, dan Leonardo da Vinci adalah tokoh-tokoh perintis era pencerahan yang
menjadi tonggak sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun
mendapat tantangan hebat oleh institusi agama, akan tetapi para perintis itu
terus berupaya mengembangkan logika sain dalam mengungkap rahasia alam, dengan
tidak lagi mendasarkan diri pada cara berpikir teologis dan metafisika.
Meskipun terus mendapat ancaman oleh golongan konservatif agamawan, akan tetapi
para perintis tersebut mampu mengungkap rahasia alam dengan logika sain. Bahkan
ada yang kemudian mempertaruhkan nyawa demi tegaknya kebenaran berdasarkan ilmu
pengetahuan, yaitu Galileo yang merelakan kematiannya kepada institusi agama
karena demi mempertahankan teorinya
bahwa bumi adalah berputar.
Tidak kalah heroik dalam sejarah
perjuangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan ilmu
pendidikan dan pembelajaran, adalah Johannes Gutenberg, sang penemu mesin
cetak. Berkat penemuan monumental itu, ilmu pengetahuan dapat disebarkan secara
meluas karena bisa didokumentasikan dalam bentuk buku dalam jumlah
berlipat-ganda. Orang tidak lagi menggunakan tulisan tangan yang memerlukan
waktu panjang untuk menggandakan tiga atau empat eksemplar buku, tetapi cukup
dengan mesin cetak bisa menggandakan buku sebanyak-banyaknya dalam waktu yang
relatif singkat untuk ukurang jaman itu.
Lebih dari itu, sejak penemuan mesin
cetak itu terjadilah revolusi belajar. Jika sebelumnya proses pembelajaran
lebih mengandalkan cerita-cerita tutur dengan tulisan manual, tetapi kemudian
belajar bisa melalui buku yang melibatkan orang dalam jumlah besar. Orang pun
kemudian bisa belajar secara mandiri melalui buku cetakan untuk memperoleh ilmu
pengetahuan. Dari sinilah kemudian peran guru juga mulai terbantu oleh buku
cetakan sebagai hasil dari teknologi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan itu sendiri.
Berkat penemuan mesin cetak itulah
kemudian media juga mengalami perkembangan secara cukup signifikan. Bukan hanya
media pembelajaran buku, gambar cetakan, dan selebaran yang berkembang berkat
penemuan mesin cetak, tetapi juga media massa. Dalam waktu tidak terlalu lama
sejak penemuan mesin cetak itu, kemudian muncul surat kabar dan buletin yang
bersifat barang cetakan. Kemampuan mesin cetak dalam melipatgandakan surat
kabar dan buletin dalam waktu singkat, menjadikan media massa ini berkembang
pesat dan menjadi bagian dari pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Media massa pun kemudian juga berperan penting dalam
membelajarkan masyarakat. Guru pun terbantu oleh media sebagai sumber belajar,
bukan saja untuk menjalankan tugasnya dalam mengajar siswa, tetapi sekaligus
juga untuk pengembangan dirinya secara profesional.
Selengkapnya dapat Diunduh DI SINI






0 komentar:
Posting Komentar